Archive for Februari 2014
Rokok dan kopi, aku masih belum paham
Obrolan berasap dan wangi sedu hitam
Perbincangan lebih lama dalam diam
Kau menghisap lalu meneguk
Katamu biar tak mengantuk
Tapi aku jelas melihat mata merahmu
Masalah kita tak sekedar menghisap dan meneguk
Katamu ekspresi ku termakan emosi
Bak kertas berserakan di lantai yang siap disapu
Lagi-lagi kau berdusta hey kau menguap
Katamu ini efek cuaca dingin malam ini
Kau melantur bilang "enak ya yang udah kerja"
Aku diam. Mana yang dibilang enak
Kau bilang itu tapi kau begitu menikmati statusmu sekarang
Kau hanya menghiburku mungkin
Tapi itu lebih menyakitkan
Obrolan kita masih dengan rokok dan kopi mu
Hingga aku pengap dan aku pergi membawa rahasia yang tak akan pernah terungkap tentang kamu.
3 feb 2014 22:06
Obrolan berasap dan wangi sedu hitam
Perbincangan lebih lama dalam diam
Kau menghisap lalu meneguk
Katamu biar tak mengantuk
Tapi aku jelas melihat mata merahmu
Masalah kita tak sekedar menghisap dan meneguk
Katamu ekspresi ku termakan emosi
Bak kertas berserakan di lantai yang siap disapu
Lagi-lagi kau berdusta hey kau menguap
Katamu ini efek cuaca dingin malam ini
Kau melantur bilang "enak ya yang udah kerja"
Aku diam. Mana yang dibilang enak
Kau bilang itu tapi kau begitu menikmati statusmu sekarang
Kau hanya menghiburku mungkin
Tapi itu lebih menyakitkan
Obrolan kita masih dengan rokok dan kopi mu
Hingga aku pengap dan aku pergi membawa rahasia yang tak akan pernah terungkap tentang kamu.
3 feb 2014 22:06
Posted by Okta Saputra in Puisi
Reply
Diberdayakan oleh Blogger.
Blog Archive
Popular posts
-
Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah. Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza. Tapi, aku ingin habiskan ...
Tentang Diam
- Okta Saputra
- Seorang yang sedang belajar berpetualang. Lahir hari minggu tepat jam 10 pagi. Pengagum senja dan penikmat fajar. Melarikan kesendirian dengan diam. Menyayangi seorang dengan diam.
