Kekuatanku hilang ketika harapan menghilang
Aku tak pernah memaksamu tahu
Seperti air yang tak pernah memaksa awan untuk menampungnya
Bahkan tak segan awan malah menjatuhkanya
Namun selalu ada alasan mengapa ada hujan
Begitupun kamu barangkali punya alasan untuk berjarak denganku
Sebaris tatapan segan yang selalu aku hadap kini berubah menjadi ketakutan
Kepergianmu sebentar selain denganku selalu menimbulkan kecurigaan
Hak pun sebenarnya aku tak punya tentang itu
Tapi apa dayalah perasaan memang selalu melawan sekat-sekat kemunafikan yang tak pernah terungkap
Diamku dulu hanya menjadi impian yang terlambat
Aku sudah berucap lantang jika aku baik-baik saja
Posted by Okta Saputra in Puisi
Diberdayakan oleh Blogger.
Popular posts
-
Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah. Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza. Tapi, aku ingin habiskan ...
Tentang Diam
- Okta Saputra
- Seorang yang sedang belajar berpetualang. Lahir hari minggu tepat jam 10 pagi. Pengagum senja dan penikmat fajar. Melarikan kesendirian dengan diam. Menyayangi seorang dengan diam.
